11 Pohon Aneh Yang Ada Di Bumi
Alam mempunyai caranya sendiri untuk eksis, sebagai elemen penyeimbang bumi dari kehancuran. Seperti pohon yang menjadi bagian dari unsur tersebut..Tidak seperti pohon - pohon yang biasa kita jumpai sehari - hari,beberapa pohon mempunyai bentuk yang sangat menakjubkan atau bisa dibilang unik, dan inilah 11 pohon paling aneh di bumi
1.- Pohon El Arbol de La Sabina
2.- Pohon Axel Erlandson’s Circus
3.- Pohon Pirangi Cashew (Brazil)
4.- Tree of life (Bahrain)
5.- Pohon Chapel Oak of Allouville (Bellefosse)
6.- Pohon Boabab (Madagascar)
7.- German Sherman (Sequia National Park)
8.- Pohon Kapas Sutra TA PROHOM (Cambodia)
9.- Pohon Tule Oxaca (Mexico)
10.- Pohon Naga Canary Islands)
11.- Pinus Wollemi (Australia)
Foto Satir Kekayaan VS Kemiskinan Di Zimbabwe
Presiden Zimbabwe, Robert Mugabe, dikenal korup dan diktator. Dia juga doyan berprilaku gaya hidup super mewah, sementara rakyatnya sendiri hidup di jurang kemiskinan dan kelaparan. Jika tak percaya, simak foto satir kekayaan Robert Mugabe dengan kemiskinan rakyatnya seperti berikut ini:
Makanan Khas Lebaran ini Nyaris Punah
Di Kalimantan Barat seperti kota Pontianak dan sekitarnya, dulu sempat dikenal karena keunikan makanan yang muncul setiap Idul Fitri tiba. Ketupat lemak, demikian orang menyebutnya. Tapi sayang, konon penganan ini sudah sangat jarang dan tak banyak lagi yang mengenalnya.
Ilustrasi / lapar.com
Ketupat pada umumnya terbuat dari beras. Sementara ketupa lemak memakai bahan ketan. Karena menggunakan ketan, maka pada proses pembuatannya juga memakai kelapa sebagai santan untuk penambah gurih. Tak lupa ditambahkan daun pandan agar aromanya semakin menggiurkan.
Perbedaan lainnya, bila pada ketupat pada umumnya kita tidak boleh mengisi penuh beras ke dalam selongsong ketupat (saat dimasak, beras akan mengembang), sementara pada ketupat lemak justru ketan harus diisi penuh.
Kabarnya, makanan ini sekarang tinggal nama. Salah seorang anak Daeng Mansyur - perancang dan pembuat jembatan gantung di Sanggau pada 1938, menceritakan nostalgianya akan ketupat lemak.
Perbedaan lainnya, bila pada ketupat pada umumnya kita tidak boleh mengisi penuh beras ke dalam selongsong ketupat (saat dimasak, beras akan mengembang), sementara pada ketupat lemak justru ketan harus diisi penuh.
Kabarnya, makanan ini sekarang tinggal nama. Salah seorang anak Daeng Mansyur - perancang dan pembuat jembatan gantung di Sanggau pada 1938, menceritakan nostalgianya akan ketupat lemak.
warisanindonesia.com
Seperti dikutip dari Warisan Indonesia, Nazariyah, usianya sudah di atas 65 tahun, sempat menikmati kejayaan ketupat lemak sekitar akhir tahun 1950-an. Sebagian besar warga, kala itu kerap membuat ketupat lemak menjelang lebaran.
"Ketupat lemak salah satu makanan kesukaan saya saat lebaran. Rasanya sedikit asin dan berlemak. Namun, saat ini sulit untuk mendapatkannya," tambah Nurul, putri Nazariyah.
Terkadang, perubahan budaya biasa terjadi dalam tatanan masyarakat. Tapi alangkah sayangnya, bila perubahan itu memusnahkan sesuatu yang khas dari budaya asli. Semoga, masih ada orang di Kalimantan yang mau kembali melestarikan ketupat lemak.
Mungkin kamu mau ikut berbagi cerita soal ketupat lemak atau penganan khas dari daerahmu menjelang lebaran?
"Ketupat lemak salah satu makanan kesukaan saya saat lebaran. Rasanya sedikit asin dan berlemak. Namun, saat ini sulit untuk mendapatkannya," tambah Nurul, putri Nazariyah.
Terkadang, perubahan budaya biasa terjadi dalam tatanan masyarakat. Tapi alangkah sayangnya, bila perubahan itu memusnahkan sesuatu yang khas dari budaya asli. Semoga, masih ada orang di Kalimantan yang mau kembali melestarikan ketupat lemak.
Mungkin kamu mau ikut berbagi cerita soal ketupat lemak atau penganan khas dari daerahmu menjelang lebaran?
apakabardunia.com
Kompor Tanpa Api Ciptaan Mahasiswa
Mahasiswa jurusan Teknik Elektro Universitas Pendidikan Indonesia menciptakan kompor inovatif. Kompor itu bukan saja lebih efisien, melainkan juga mudah, aman, dan nyaman untuk digunakan.
Ganjar Candra Sumindar, mahasiswa yang menciptakan kompor ini, menamai inovasinya Komnet alias Kompor Magnet. Ia mempertunjukkan hasil karyanya di Technopreneurship Island di RITech Expo, yang digelar di Sasana Budaya Ganesha, Bandung, 8-10 Agustus 2012.
Tempo.co
Ganjar mengatakan bahwa kompornya memiliki beberapa kelebihan. Salah satunya, kompor ini tidak menghasilkan api sehingga lebih aman digunakan. "Kalau kita memanaskan dengan peralatan masak dari logam, kompor ini tidak akan membuat bagian pegangan alat masak itu panas," urainya.
Dalam pameran, Ganjar menunjukkan kertas pun jika ditaruh di atas kompor tak akan terbakar ataupun menjadi panas. Menurutnya, kompor ini hanya bisa memanaskan material yang bersifat magnetik. Kompor ini juga aman. Begitu peralatan masak tak ditaruh di atas kompor, maka kompor otomatis akan mati.
Bagian kompor terbuat dari bahan logam. Sementara itu, tungku terbuat dari bahan keramik yang dipilih karena cepat panas.
Bagaimana sistem kompor ini bekerja? Dasarnya dari pembuatan kompornya adalah induksi elektromagnetik. Listrik dihantarkan ke dalam lilitan kabel di dalam kompor sehingga tercipta induksi yang akan menghasilkan panas.
Berapa harga jualnya?
"Dayanya hanya 300 Watt. Harganya kalau sudah diproduksi massal untuk 1 tungku Rp 700.000 dan yang 2 tungku Rp 1,5 juta. Kita sudah sempat uji coba ke UKM," katanya.
Wah, patut ditunggu agar lebih aman memasak. Tak takut lagi kebakaran seperti yang belakangan ini sering terjadi, dan tak juga pusing harus beli gas terus.
apakabardunia.com
Ganjar Candra Sumindar, mahasiswa yang menciptakan kompor ini, menamai inovasinya Komnet alias Kompor Magnet. Ia mempertunjukkan hasil karyanya di Technopreneurship Island di RITech Expo, yang digelar di Sasana Budaya Ganesha, Bandung, 8-10 Agustus 2012.
Dalam pameran, Ganjar menunjukkan kertas pun jika ditaruh di atas kompor tak akan terbakar ataupun menjadi panas. Menurutnya, kompor ini hanya bisa memanaskan material yang bersifat magnetik. Kompor ini juga aman. Begitu peralatan masak tak ditaruh di atas kompor, maka kompor otomatis akan mati.
Bagian kompor terbuat dari bahan logam. Sementara itu, tungku terbuat dari bahan keramik yang dipilih karena cepat panas.
Berapa harga jualnya?


















































